Menu Tutup

Deteksi Timbal pada Cat Sekolah: HAKLI Langsa Uji Keamanan Dinding Ruang Kelas

Kesehatan lingkungan di area institusi pendidikan merupakan prioritas utama dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas. Di Kota Langsa, Aceh, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) mengambil langkah proaktif dengan melakukan program deteksi timbal pada cat sekolah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran global mengenai dampak paparan logam berat terhadap perkembangan kognitif anak-anak. Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar, terkadang menyimpan bahaya laten dalam lapisan cat yang terkelupas atau menjadi debu halus yang tanpa sengaja terhirup atau tertelan oleh siswa.

Tim ahli dari HAKLI Langsa melakukan audit mendalam dengan mengambil sampel serpihan cat dari berbagai gedung sekolah, mulai dari bangunan tua hingga yang baru saja direnovasi. Timbal, yang secara historis digunakan sebagai zat pewarna dan pengering dalam cat, telah terbukti sebagai neurotoksin yang sangat berbahaya. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa tingkat konsentrasi logam berat tersebut masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh standar kesehatan internasional. Proses deteksi dilakukan menggunakan alat X-Ray Fluorescence (XRF) portabel yang mampu memberikan hasil instan tanpa merusak struktur dinding sekolah.

Banyak pihak yang belum menyadari bahwa cat sekolah yang sudah usang dan mulai mengapur dapat menjadi sumber utama kontaminasi lingkungan. Debu yang mengandung timbal dapat menempel pada permukaan meja, lantai, hingga mainan di area prasekolah. Dalam evaluasi ini, HAKLI Langsa juga memberikan edukasi kepada pengelola sekolah mengenai pentingnya memilih cat yang bersertifikat ramah lingkungan (low VOC dan lead-free). Anak-anak pada usia sekolah menengah pertama dan sekolah dasar memiliki kebiasaan tangan-ke-mulut yang cukup tinggi, sehingga risiko paparan timbal secara oral menjadi perhatian serius dalam kajian kesehatan lingkungan ini.

Hasil dari uji keamanan dinding ruang kelas ini kemudian dipetakan untuk menentukan skala prioritas perbaikan. Sekolah-sekolah dengan kandungan timbal tinggi disarankan untuk melakukan pengecatan ulang dengan prosedur khusus agar debu cat lama tidak menyebar ke area sekitarnya. Di tahun 2026, kesadaran akan lingkungan sehat di sekolah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk melindungi IQ anak bangsa. Timbal yang masuk ke dalam sistem tubuh dapat mengganggu pembentukan sel darah merah dan merusak sistem saraf pusat, yang dampaknya sering kali bersifat permanen dan memengaruhi kemampuan belajar siswa secara drastis.