Masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis tidak pernah lepas dari tantangan pengendalian vektor penyakit. Di Kota Langsa, dinamika lingkungan yang cepat berubah memberikan dampak langsung pada perilaku perkembangbiakan serangga, terutama nyamuk. Pembahasan mengenai Ekosistem Nyamuk makro maupun mikro menjadi sangat relevan ketika kita melihat bagaimana perubahan tata lahan dan pola cuaca mempengaruhi siklus hidup nyamuk penyebab penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria.
HAKLI Langsa secara konsisten melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan yang menjadi sarang nyamuk di wilayah pemukiman. Fokus utama yang sering menjadi sorotan adalah bagaimana kondisi infrastruktur dasar masyarakat dalam mengelola air limbah domestik. Sering kali ditemukan bahwa pemahaman warga mengenai kebersihan hanya sebatas pada kebersihan dalam rumah, sementara lingkungan luar seperti saluran air luput dari perhatian serius. Padahal, di sanalah pusat masalah kesehatan lingkungan bermula.
Hubungan antara kondisi Drainase dan penyebaran penyakit adalah kaitan yang bersifat kausalitas atau sebab-akibat. Saluran air yang tersumbat oleh sampah atau memiliki kemiringan yang tidak tepat akan menyebabkan air tergenang. Air yang tenang dan kaya akan material organik inilah yang menjadi tempat paling ideal bagi nyamuk untuk meletakkan telur-telurnya. Dalam tinjauan kesehatan lingkungan, drainase yang buruk bukan hanya masalah estetika atau risiko banjir, melainkan ancaman biologis yang nyata bagi setiap penduduk di sekitarnya.
Penanganan masalah ini memerlukan pendekatan sistematis. Tidak cukup hanya dengan melakukan pengasapan atau fogging ketika kasus penyakit sudah melonjak. Langkah tersebut bersifat reaktif dan hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara larva dan telur tetap bertahan di genangan air yang tidak tertangani. Oleh karena itu, tenaga ahli kesehatan lingkungan di Langsa mendorong adanya perbaikan sanitasi lingkungan secara menyeluruh, mulai dari desain saluran air yang lancar hingga edukasi masyarakat tentang manajemen limbah cair rumah tangga.