Sebagai negara kepulauan, garam merupakan komoditas strategis yang tidak terpisahkan dari dapur setiap keluarga di Indonesia. Namun, seiring dengan meningkatnya polusi sampah plastik di lautan, muncul kekhawatiran serius mengenai keamanan produk turunan laut tersebut. Di wilayah Aceh, tepatnya melalui inisiatif HAKLI Langsa, dilakukan sebuah penelitian mendalam untuk menjawab keresahan masyarakat: mungkinkah garam kita mengandung plastik? Melalui serangkaian uji lab kualitas yang ketat, para ahli kesehatan lingkungan mencoba membedah kandungan mikroplastik yang mungkin terperangkap dalam proses kristalisasi garam yang diproduksi dari produk laut lokal.
Studi ini dilakukan dengan mengambil sampel dari berbagai tambak garam tradisional yang tersebar di pesisir Timur Aceh. Tim HAKLI Langsa menggunakan metode filtrasi bertingkat dan pengamatan mikroskopis untuk mendeteksi keberadaan polimer sintetis berukuran mikro. Hasil awal yang cukup mengejutkan menunjukkan bahwa dugaan garam kita mengandung plastik bukan sekadar isapan jempol semata. Mikroplastik berbentuk serat dan fragmen kecil ditemukan pada beberapa sampel, yang diduga berasal dari degradasi sampah plastik di laut yang kemudian masuk ke dalam kolam penguapan garam. Melalui uji lab kualitas ini, HAKLI memberikan peringatan bahwa kontaminasi pada produk laut lokal sudah mencapai level yang memerlukan intervensi teknologi pengolahan yang lebih baik.
Masalah garam kita mengandung plastik ini memiliki dampak kesehatan jangka panjang bagi manusia, karena mikroplastik dapat mengikat zat beracun lainnya di lautan dan masuk ke dalam sistem pencernaan manusia saat dikonsumsi. HAKLI Langsa menekankan bahwa uji lab kualitas ini bukan bertujuan untuk mematikan industri garam rakyat, melainkan sebagai basis data untuk melakukan perbaikan metode filtrasi air laut sebelum masuk ke tahap kristalisasi. Keamanan produk laut lokal harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah agar kepercayaan masyarakat terhadap bahan pangan lokal tetap terjaga. Penemuan mikroplastik ini merupakan cermin dari buruknya pengelolaan sampah plastik di daratan yang akhirnya berujung pada piring makan kita sendiri.
Dalam sosialisasinya, HAKLI Langsa memberikan edukasi kepada para petani garam tentang cara meminimalisir kontaminasi saat proses produksi. Meskipun fakta bahwa garam kita mengandung plastik cukup mengkhawatirkan, ada langkah-langkah mitigasi seperti penggunaan filter membran yang lebih halus pada saluran air masuk tambak.