Konsumsi minuman dingin di pinggir jalan menjadi pilihan populer bagi masyarakat Indonesia, terutama saat cuaca terik. Namun, kualitas es batu yang digunakan oleh pedagang seringkali dipertanyakan kebersihannya. HAKLI Langsa menaruh perhatian serius terhadap isu ini karena penggunaan air yang tidak higienis dalam pembuatan es dapat menjadi sumber penyebaran penyakit saluran pencernaan. Kesadaran konsumen dalam mengenali perbedaan antara es yang layak konsumsi dan es industri sangatlah penting.
Membedakan Es Kristal dan Es Balok
Secara umum, terdapat dua jenis es yang sering ditemui di pasaran. Pertama adalah es kristal atau es tubi yang memiliki lubang di tengahnya. Es jenis ini biasanya diproduksi oleh pabrik dengan standar air minum dan melalui proses filtrasi yang ketat. Kedua adalah es balok, yang secara regulasi sebenarnya diperuntukkan bagi pengawetan ikan atau pendingin non-konsumsi. Masalah timbul ketika es balok ini dihancurkan dan dimasukkan ke dalam minuman masyarakat.
Es batu yang dibuat dari air mentah biasanya mengandung koloni bakteri, termasuk E. coli dan Salmonella. Bakteri-bakteri ini tidak mati meskipun air telah dibekukan menjadi es. Justru, bakteri tersebut akan menjadi dorman dan kembali aktif saat es mencair di dalam gelas minuman Anda. Infeksi bakteri dari air mentah ini dapat menyebabkan diare, muntaber, hingga tipus. Oleh karena itu, pengecekan kualitas secara visual menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap konsumen.
Ciri-Ciri Es yang Mengandung Bakteri
HAKLI Langsa memberikan beberapa tips sederhana untuk mengecek kualitas es batu saat membeli minuman di pinggir jalan. Salah satu indikator paling mudah adalah kejernihan es tersebut. Es yang terbuat dari air matang cenderung terlihat bening dan transparan. Hal ini terjadi karena saat air dimasak, kandungan gas di dalam air keluar, sehingga saat dibekukan, kristal es terbentuk dengan sempurna tanpa banyak gelembung udara yang terperangkap.
Sebaliknya, es batu yang terbuat dari air mentah biasanya terlihat berwarna putih susu di bagian tengah atau secara keseluruhan tampak keruh. Warna putih tersebut merupakan gelembung udara dan kotoran yang terperangkap karena air tidak melalui proses pemanasan atau filtrasi yang benar. Selain dari warna, perhatikan juga kebersihan wadah penyimpanan pedagang. Wadah yang kotor dan terbuka lebar meningkatkan risiko kontaminasi silang dari debu jalanan dan tangan pedagang yang tidak steril.