Microplastik, fragmen plastik berukuran kurang dari 5mm, adalah masalah lingkungan global. Untuk memahami dampaknya, penting untuk mengenal Jenis jenis Microplastik yang ada. Secara umum, microplastik dibagi menjadi dua kategori utama: primer dan sekunder, masing-masing dengan karakteristik dan sumber yang berbeda.
Microplastik primer adalah partikel plastik kecil yang sengaja diproduksi dalam ukuran mikroskopis. Mereka tidak berasal dari degradasi plastik yang lebih besar. Pemahaman tentang Jenis jenis Microplastik ini membantu mengidentifikasi sumber-sumber spesifik yang berkontribusi terhadap polusi.
Sumber umum microplastik primer termasuk microbeads yang ditemukan dalam produk perawatan pribadi seperti scrub wajah dan pasta gigi. Juga, pelet plastik (nurdles) yang digunakan sebagai bahan baku industri merupakan contoh signifikan. Partikel ini langsung dilepaskan ke lingkungan.
Sebaliknya, microplastik sekunder terbentuk dari degradasi fisik, kimia, dan biologis plastik yang lebih besar. Contohnya adalah pecahan botol plastik, kantong plastik, atau jaring ikan yang terurai akibat paparan sinar UV dan gesekan. Ini adalah salah satu jenis-jenis microplastik yang paling umum.
Proses fragmentasi ini bisa memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun, tergantung pada jenis plastik dan kondisi lingkungan. Pecahan-pecahan ini terus mengecil, akhirnya menjadi partikel microplastik yang sulit dihilangkan dari ekosistem.
Meskipun data bervariasi, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa microplastik sekunder jauh lebih melimpah di lingkungan dibandingkan microplastik primer. Volume besar plastik yang diproduksi dan dibuang setiap tahun menjadi sumber utama fragmen ini.
Pakaian sintetis juga merupakan sumber signifikan microplastik sekunder. Setiap kali kita mencuci pakaian berbahan poliester atau nilon, ribuan serat mikro dilepaskan ke saluran air, akhirnya mencapai laut dan tanah.
Baik microplastik primer maupun sekunder menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan. Ukuran kecilnya memungkinkan mereka untuk masuk ke rantai makanan, berpotensi memengaruhi organisme dari mikroba hingga manusia.
Mereka dapat menyerap polutan berbahaya dari lingkungan, seperti PCB dan DDT, dan kemudian melepaskannya saat dicerna oleh makhluk hidup. Ini menambah lapisan kompleksitas pada dampak toksikologis dari jenis-jenis microplastik ini.