Masalah lingkungan yang sering diabaikan namun memiliki dampak besar bagi kesehatan masyarakat adalah penyumbatan saluran air atau selokan akibat sampah sisa makanan. Di Kota Langsa, inisiatif kreatif muncul melalui peran aktif HAKLI dalam menginisiasi Bank Sampah khusus yang berfokus pada pengelolaan limbah organik dan sisa makanan dari rumah tangga. Program ini bukan hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan setiap hari.
Banyak warga yang masih terbiasa membuang sisa makanan langsung ke dalam saluran pembuangan air. Hal ini tidak hanya memicu bau busuk yang menyengat, tetapi juga menjadi tempat bersarangnya tikus, kecoa, dan vektor penyakit lainnya yang berbahaya bagi kesehatan warga sekitar. Dengan adanya program dari HAKLI Langsa, sisa makanan tersebut kini dikumpulkan secara terpilah. Melalui sistem bank sampah yang terorganisasi dengan baik, limbah organik ini diolah menjadi kompos yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus mengurangi beban limbah yang masuk ke selokan.
Inovasi ini memberikan dampak ganda bagi warga. Pertama, selokan menjadi lebih lancar dan bersih, sehingga risiko banjir saat musim hujan dapat diminimalkan secara signifikan. Kedua, warga mendapatkan edukasi tentang cara memilah sampah dari sumbernya, yaitu dari dapur masing-masing. Proses pengolahan sisa makanan menjadi pupuk kompos juga memberikan manfaat langsung bagi warga yang memiliki hobi berkebun atau bertani di sekitar rumah mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana namun berkelanjutan.
HAKLI Langsa berperan penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada komunitas. Mereka tidak hanya menyediakan wadah untuk pengumpulan sampah, tetapi juga melatih pengurus bank sampah mengenai cara menjaga kualitas kompos agar bebas dari bau tidak sedap saat proses penguraian berlangsung. Edukasi ini menjadi kunci sukses agar warga tetap antusias untuk menyetorkan sampah mereka secara rutin ke bank sampah yang telah disediakan. Partisipasi masyarakat pun meningkat karena mereka merasakan manfaat langsung dari kebersihan lingkungan yang kini lebih terjaga.
Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kemitraan antara organisasi ahli kesehatan lingkungan dan warga lokal dapat memecahkan masalah kebersihan kota. Dengan adanya bank sampah yang dikelola secara profesional, sampah bukan lagi dianggap sebagai barang yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dikelola menjadi produk bermanfaat. HAKLI Langsa terus mendorong agar model pengelolaan sampah ini dapat diadopsi di seluruh wilayah kota, sehingga selokan-selokan di seluruh Langsa dapat kembali bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya tanpa ada tumpukan limbah makanan yang menyumbat.