Ketersediaan air bersih merupakan pilar utama bagi kesehatan masyarakat yang tidak dapat ditawar. Di wilayah pesisir dan dataran rendah, ancaman terhadap kualitas air baku seringkali datang dari limbah domestik maupun aktivitas industri yang tidak terkelola dengan baik. Sebagai organisasi profesi yang berdedikasi pada kesehatan lingkungan, dikembangkan sebuah strategi HAKLI Langsa yang komprehensif untuk memetakan titik-titik rawan pencemaran di sekitar aliran sungai dan sumur warga. Upaya ini dilakukan guna jaga kemurnian air agar tetap layak dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan jangka panjang. Selain pengawasan sumber air terbuka, masyarakat juga perlu memahami pentingnya standar kualitas udara dalam ruang publik yang tertutup untuk memastikan kesehatan lingkungan yang menyeluruh. Melalui pemantauan parameter fisik dan kimia secara berkala, pencegahan terhadap kontaminasi zat berbahaya dapat dilakukan sejak dini, sehingga ketersediaan sumber air yang sehat dapat terus terjaga bagi generasi masa depan di Kota Langsa.
Langkah awal dalam strategi ini adalah melakukan zonasi terhadap daerah tangkapan air. Pemukiman yang berada di bantaran sungai diimbau untuk tidak membuang limbah cair langsung ke badan air tanpa melalui sistem pengolahan sederhana. HAKLI mendorong pembuatan tangki septik yang kedap air agar bakteri koli tidak merembes ke dalam air tanah yang digunakan warga sebagai sumber air minum. Edukasi kepada masyarakat mengenai jarak aman antara sumur gali dengan lubang pembuangan limbah sangat krusial, mengingat kepadatan penduduk di beberapa titik kota Langsa yang semakin meningkat. Tanpa perencanaan sanitasi yang matang, risiko penyakit tular air seperti diare dan tipus akan selalu membayangi kesehatan keluarga.
Selain limbah domestik, pengawasan terhadap penggunaan pestisida dan pupuk kimia di area pertanian sekitar sumber air juga menjadi fokus utama. Residu bahan kimia yang terbawa air hujan dapat masuk ke dalam aliran air dan menyebabkan degradasi kualitas air secara permanen. HAKLI Langsa jaga kemurnian dengan kelompok tani untuk menyosialisasikan penggunaan bahan organik yang lebih ramah lingkungan. Dengan menjaga ekosistem sekitar sumber air, kita secara tidak langsung menjaga sistem filtrasi alami bumi. Penanaman vegetasi pelindung di pinggiran sungai juga dilakukan untuk mencegah erosi yang dapat meningkatkan kekeruhan air dan membawa polutan organik masuk ke dalam sistem air baku.